Man City Berada di Posisi Terbaik untuk Mendatangkan BintangRp1,3 Triliun Serta Semenyo,Savinho Out

Man City Berada di Posisi Terbaik untuk Mendatangkan BintangRp1,3 Triliun Serta Semenyo,Savinho Out

Erfa News- Manchester City kembali menelan frustrasi yang terasa lebih menyakitkan daripada sekadar hasil akhir. Bukan karena mereka kalah telak, bukan pula karena permainan buruk.

Justru sebaliknya. Di laga melawan Sunderland, City tampil dominan, menciptakan peluang bertubi-tubi, tetapi pulang dengan rasa sesal karena kegagalan memaksimalkan momen emas di depan gawang.

Pep Guardiola tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Dengan nada jujur dan emosional, ia mengakui timnya membuang terlalu banyak peluang di area paling vital, kotak enam yard.

Bagi pelatih sekelas Guardiola, kegagalan semacam ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan sinyal bahwa sesuatu perlu diperbaiki, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di bursa transfer.

Di saat yang sama, dinamika transfer Premier League mulai memanas. Manchester City disebut menjadi favorit untuk mendatangkan Rodrygo dari Real Madrid dengan nilai fantastis mencapai €90 juta atau sekitar Rp1,58 triliun.

Sementara itu, Tottenham Hotspur mengendus peluang untuk membajak Savinho dari City, sekaligus memantau ketajaman striker Porto, Samu Aghehowa.

Dua isu besar, satu benang merah: efektivitas di sepertiga akhir lapangan.

Guardiola, Peluang Terbuang, dan Alarm yang Berbunyi

Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang jarang menyalahkan pemainnya secara frontal.

Namun pernyataannya usai laga melawan Sunderland terdengar seperti alarm keras.

City menciptakan banyak peluang bersih. Mereka menekan, menguasai bola, memaksa lawan bertahan dalam. Tetapi ketika bola tiba di depan gawang, ketenangan lenyap.

Finishing menjadi masalah klasik yang kembali menghantui, terutama di momen krusial perebutan gelar.

Musim ini, City masih produktif, tetapi ketergantungan pada beberapa pemain tertentu semakin terlihat.

Erling Haaland memang tetap menjadi ancaman utama, namun ketika peluang jatuh ke kaki pemain lain, konversinya belum konsisten.

Savinho, meski mencetak gol ke gawang Sunderland, masih belum menjadi starter reguler. Oscar Bobb pun kerap terjebak sebagai pelapis.

Inilah konteks mengapa rumor Rodrygo terasa masuk akal.

Rodrygo: Profil Penyerang yang Diidamkan Guardiola

Rodrygo bukan sekadar nama besar dari Real Madrid. Ia adalah profil pemain yang sangat Guardiola sukai: fleksibel, cerdas secara taktik, dan klinis di ruang sempit.

Statistik Rodrygo Musim 2025/26 (hingga Januari)

Pemain    Laga    Gol    Assist    xG    Shot Tepat Sasaran

  • Rodrygo (Real Madrid)    26    14    9    13,2    38
  • Savinho (Man City)    21    5    7    6,8    19
  • Bukayo Saka (Arsenal)    24    11    8    10,5    34

Sumber: Opta, Squawka

Rodrygo unggul dalam pengambilan keputusan di kotak penalti. Ia bukan striker murni, tetapi justru itulah nilai jualnya.

Bisa bermain sebagai sayap kanan, kiri, second striker, bahkan false nine. Dalam sistem Guardiola, fleksibilitas adalah mata uang paling berharga.

Dengan nilai transfer sekitar €90 juta atau Rp1,58 triliun, Rodrygo akan menjadi investasi besar. Namun City tidak asing dengan angka tersebut.

Yang lebih penting, Rodrygo menawarkan solusi instan untuk masalah efektivitas yang kini menghambat perburuan gelar melawan Arsenal.

Arsenal sebagai Bayangan yang Terus Membayangi

Ironisnya, Arsenal juga dikabarkan tertarik pada Rodrygo. Persaingan ini bukan hanya soal pemain, tetapi simbol perang psikologis antara dua kandidat juara.

Bagi City, mendatangkan Rodrygo bukan hanya memperkuat skuad sendiri, tetapi juga mencegah rival langsung mendapatkan senjata baru.

Guardiola paham betul bahwa perebutan gelar sering ditentukan oleh margin kecil. Satu pemain bisa mengubah segalanya.

Savinho: Dari Gol Penting ke Masa Depan Tak Pasti

Savinho mencetak gol ke gawang Sunderland, tetapi gol itu justru datang di tengah rumor kepergiannya. Tottenham Hotspur disebut semakin percaya diri untuk merekrut pemain Brasil berusia 21 tahun tersebut.

Savinho memang punya potensi besar. Kecepatannya, dribel satu lawan satu, dan keberaniannya menyerang ruang membuatnya ideal untuk Premier League.

Namun di City, menit bermainnya terbatas. Ia belum sepenuhnya menembus hierarki Guardiola.

Tottenham melihat celah ini.

Statistik Savinho Musim 2025/26

Pemain    Laga    Gol    Assist    Dribel Sukses

  • Savinho    21    5    7    48
  • Oscar Bobb    18    4    5    36

Sumber: Squawka

Spurs dikabarkan mempertimbangkan skema peminjaman dengan opsi atau kewajiban beli.

Nilai Savinho disebut berada di kisaran £30 juta atau sekitar Rp600 miliar, angka yang masih realistis untuk klub London Utara.

Bagi City, melepas Savinho bisa membuka ruang finansial dan taktis untuk Rodrygo. Sebuah efek domino yang masuk akal.

Tottenham Tidak Berhenti di Savinho: Samu Aghehowa Masuk Radar

Selain Savinho, Tottenham juga serius mengamati striker Porto, Samu Aghehowa. Penyerang muda Spanyol ini tampil luar biasa bersama Porto.

Statistik Samu Aghehowa

Musim    Laga    Gol

  • 2024/25    45    27
  • 2025/26    24    18

Sumber: Transfermarkt

Aghehowa adalah striker klasik dengan fisik kuat, pergerakan tajam, dan naluri gol tinggi.

Porto enggan melepasnya di Januari, tetapi Tottenham diyakini siap kembali mengetuk pintu pada musim panas.

Jika Spurs berhasil mengamankan Savinho dan Aghehowa, mereka akan mendapatkan kombinasi sayap eksplosif dan ujung tombak klinis, sesuatu yang selama ini mereka cari.

Dampak Taktis: City Bergerak, Spurs Menyergap

Bagi Manchester City, bursa transfer kali ini bukan soal menambah kedalaman, melainkan menyempurnakan mesin yang sudah hampir sempurna.

Guardiola tidak panik, tetapi ia membaca tanda-tanda dengan sangat jeli.

Sementara itu, Tottenham berada dalam fase membangun ulang. Mereka sadar tertinggal dari elite Premier League, dan satu atau dua rekrutan tepat bisa mengubah arah musim.

Savinho adalah peluang. Aghehowa adalah investasi. Rodrygo adalah jackpot.

Guardiola Tidak Pernah Diam

Pep Guardiola jarang gagal membaca momentum. Ketika ia berbicara soal peluang terbuang, itu bukan keluhan kosong.

Itu adalah sinyal. Sejarah menunjukkan, setiap kali Guardiola mengeluh soal detail kecil, ia akan merespons dengan langkah besar.

Rodrygo bukan sekadar transfer glamor. Ia adalah jawaban atas masalah nyata yang kini dihadapi City.

Jika transfer ini terwujud, Arsenal patut waspada, dan Tottenham harus bersiap menghadapi City yang lebih kejam.

Di sisi lain, Savinho mungkin harus memilih: bertahan di klub terbaik dunia dengan menit terbatas, atau menjadi pusat proyek di Tottenham. Sepak bola modern sering memaksa pemain muda memilih jalur yang sulit.

Musim ini belum berakhir. Tetapi satu hal jelas, pertarungan gelar dan bursa transfer saling terkait lebih erat dari yang terlihat. Dan Guardiola, seperti biasa, selalu selangkah lebih cepat.

Sumber Asli Berita

Sport (Spanyol), Sport Witness, laporan Dominic Lund, wawancara Pep Guardiola, data Opta, Squawka, Transfermarkt.

(Erfa News)

0 Response to "Man City Berada di Posisi Terbaik untuk Mendatangkan BintangRp1,3 Triliun Serta Semenyo,Savinho Out"

Posting Komentar