KPK Ungkap Ratusan Tersangka Korupsi di 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, lembaga anti rasuah ini telah menetapkan ratusan tersangka dalam berbagai perkara korupsi. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil kerja lembaga selama satu tahun terakhir.
“Dari Deputi Penindakan, KPK menetapkan 118 tersangka,” ujar Fitroh saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers pada Senin (22/12/2025). Ia menekankan bahwa jumlah tersangka tersebut berasal dari berbagai kasus yang berbeda, bukan hanya dari satu perkara saja. Selain itu, KPK juga melakukan sebelas operasi tangkap tangan (OTT) dalam tahun ini.
“Ada sebelas penangkapan para terduga pelaku tindak pidana korupsi, atau yang dikenal masyarakat sebagai OTT,” tambah Fitroh. Selain itu, KPK juga menyatakan bahwa kerugian negara akibat korupsi mencapai triliunan rupiah yang telah disetor ke negara. Total pemulihan aset negara mencapai Rp1,53 triliun.
Fitroh menyatakan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ia berjanji untuk terus meningkatkan pengembalian kerugian negara atas perkara korupsi di tahun-tahun mendatang.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. - (Antara/Dhemas Reviyanto)
Daftar 11 Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di 2025
1. Ogan Komering Ulu
OTT KPK diawali di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada Maret 2025. KPK menangkap delapan orang, enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Dinas PUPR OKU. Kasus ini berkembang hingga KPK menetapkan empat tersangka baru dan menahan mereka pada November 2025.
2. Sumatera Utara
OTT kedua dilakukan di Sumatera Utara pada 26 Juni 2025. KPK menangkap lima tersangka suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut. Para tersangka meliputi pejabat dan direktur perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.
3. Kolaka Timur
Pada 7 Agustus 2025, KPK melakukan OTT di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Bupati nonaktif Abdul Azis serta beberapa pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek RSUD Kolaka Timur.
4. Jakarta
KPK melakukan OTT di Jakarta pada 13 Agustus 2025 terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan. Direktur Utama PT Inhutani V dan beberapa staf perizinan ditetapkan sebagai tersangka.

Permisif Terhadap Korupsi - (Erfa News)
5. Jakarta
Pada 20 Agustus 2025, KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan. Kasus ini terkait dugaan korupsi sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
6. Riau
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dan beberapa pejabat lainnya menjadi target OTT KPK pada 3 November 2025. Mereka diduga terlibat dalam dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
7. Ponorogo
Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko ditangkap KPK pada 7 November 2025. Beberapa pejabat daerah dan pihak swasta juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengurusan jabatan dan proyek.
8. Lampung
Pada 9 Desember 2025, KPK menangkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya bersama tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa.

Tersangka Bupati Lampung Tengah periode 2025-2030 Ardito Wijaya mengenakan rompi tahanan usai dihadirkan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). - (Erfa News/Thoudy Badai)
9. Banten
KPK melakukan OTT di Tangerang, Banten pada 17 Desember 2025. Dari OTT tersebut, sembilan orang ditangkap, termasuk jaksa dan pihak swasta. Perkara tersebut kemudian diserahkan ke Kejagung.
10. Hulu Sungai Utara
OTT dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan pada 18 Desember 2025. Tiga jaksa nakal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan.

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi (kiri) mengenakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/12/2025). KPK menahan Tri Taruna Fariadi terkait kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. - (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
11. Bekasi
Pada 18 Desember 2025, KPK menangkap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang beserta ayahnya dan pihak swasta. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Kesimpulan
Atas capaian OTT sepanjang 2025, KPK menegaskan bahwa tindakan ini bukan upaya terakhir. KPK memastikan setiap OTT akan menjadi momentum perbaikan sistem agar lebih baik ke depannya. KPK berharap praktik korupsi tidak lagi terjadi. “Penindakan bukanlah akhir. Temuan dan pembelajaran dari penindakan jadi dasar penting untuk mendorong perbaikan sistem, tata kelola dan pengawasan agar praktik korupsi yang sama tidak kembali berulang,” ucap Fitroh.
0 Response to "Kaleidoskop OTT KPK 2025: Bupati Bekasi dan Ayahnya Ditangkap sebagai Broker Suap"
Posting Komentar