Renungan Katolik: "Aku Tidak Layak Menerima Tuan"

Renungan Katolik: "Aku Tidak Layak Menerima Tuan"

Renungan Katolik untuk Hari Senin Biasa Pekan I Adven

Tema renungan Katolik hari ini adalah "Aku tidak layak menerima Tuan". Tema ini mengajak kita untuk merenungkan tentang kerendahan hati, iman, dan bagaimana kita merespons kasih karunia Allah yang tak terhingga. Hari ini kita memperingati Santo Dionisius dan Redemptus, martir yang memberikan kesaksian iman mereka di tengah penganiayaan.

Bacaan Liturgi Katolik Hari Senin 1 Desember 2025

Bacaan Pertama: Yesaya 2:1-5

Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi. Nabi Yesaya melihat penglihatan tentang masa depan, ketika gunung tempat Bait Allah akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung lain dan menjadi pusat ziarah bagi semua bangsa. Mereka akan datang untuk belajar tentang jalan-jalan Tuhan dan hidup sesuai dengan firman-Nya. Ini adalah gambaran tentang Kerajaan Allah yang universal, di mana semua bangsa akan bersatu dalam penyembahan kepada Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9

Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.

Bacaan Kedua: Roma 13:11-14a

Keselamatan sudah dekat pada kita. Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.

Bait Pengantar Injil: Mzm 85:8

Ref. Alleluya.
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Injil: Matius 24:37-44

Berjaga-jaga dan siap siagalah! Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Renungan Harian Katolik

"Aku tidak layak menerima Tuan"

Saudari/a terkasih dalam Kristus, tema "Aku tidak layak menerima Tuan" mengajak kita untuk merenungkan tentang kerendahan hati, iman, dan bagaimana kita merespons kasih karunia Allah yang tak terhingga. Dalam bacaan pertama (Yes. 2:1-5), nabi Yesaya melihat penglihatan tentang masa depan, ketika gunung tempat Bait Allah akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung lain dan menjadi pusat ziarah bagi semua bangsa.

Dalam Injil Matius 8:5-11, Yesus masuk ke Kapernaum, dan datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya, katanya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah sakit lumpuh dan sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh."

Perwira itu, seorang bukan Yahudi, menunjukkan iman yang luar biasa kepada Yesus. Ia mengakui otoritas Yesus dan percaya bahwa Ia dapat menyembuhkan hambanya dari jauh hanya dengan sepatah kata. Ia juga menunjukkan kerendahan hati dengan merasa tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya.

Refleksi kita dengan point-point ini:

  • Kerajaan Allah: Apakah kita merindukan kedatangan Kerajaan Allah yang universal dan damai, seperti yang digambarkan oleh nabi Yesaya? Apakah kita berusaha untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan itu dalam kehidupan kita sehari-hari?
  • Kerendahan Hati: Apakah kita memiliki kerendahan hati perwira itu, mengakui ketidaklayakan kita di hadapan Allah dan mengandalkan kasih karunia-Nya?
  • Iman: Apakah kita percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk melakukan mukjizat dalam hidup kita dan orang lain? Apakah kita berani untuk meminta pertolongan-Nya dengan iman yang teguh?

Pesan untuk Kita

Pesan untuk kita, pertama: hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk hidup dalam iman, kasih, dan kerendahan hati. Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk mengenali kehendak Allah dalam hidup kita dan kekuatan untuk melaksanakannya. Ketiga, mari kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih dan kebenaran-Nya, serta menjadi saksi yang hidup bagi-Nya di dunia ini. Dan semoga kita meneladani Santo Dionisius dan Redemptus dalam kesetiaan mereka kepada Kristus dan orang Samaria dalam kerendahan hatinya, sehingga kita dapat mengalami berkat dan keselamatan yang telah dijanjikan-Nya.

0 Response to "Renungan Katolik: "Aku Tidak Layak Menerima Tuan""

Posting Komentar