Tarif Listrik PLN Mulai 1 Januari 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Pembaruan Tarif Listrik PLN Tahun 2026

PT PLN memastikan bahwa tarif listrik untuk tahun 2026, khususnya mulai 1 Januari 2026, tidak mengalami peningkatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dalam menjaga stabilitas pengeluaran dan daya beli.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan layanan prima kepada pelanggan. Ia menegaskan bahwa pasokan listrik masih aman dan tidak ada kendala yang menghambat kebutuhan masyarakat.

“Awal tahun biasanya diiringi berbagai kebutuhan rumah tangga serta aktivitas usaha yang kembali berjalan. Dengan tarif listrik yang tidak naik, masyarakat memiliki kepastian dalam mengatur pengeluaran sehingga daya beli dapat tetap terjaga,” ujar Darmawan.

Rincian Tarif Listrik Per kWh PLN 2026

Berikut adalah rincian tarif listrik per kWh yang diberlakukan oleh PLN pada 1 Januari 2026:

Tarif Listrik Subsidi untuk Pelanggan Rumah Tangga:

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Tarif Listrik PLN untuk Pelanggan Rumah Tangga:

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR, TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Tarif Listrik PLN untuk Pelanggan Bisnis:

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Tarif Listrik PLN untuk Pelanggan Industri:

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

Tarif Listrik PLN untuk Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum:

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh

Tarif Listrik PLN untuk Pelayanan Sosial:

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh

Cara Membayar Listrik Via Aplikasi PLN Mobile

Untuk memudahkan pembayaran tagihan listrik, PLN menyediakan aplikasi resmi bernama PLN Mobile. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Unduh aplikasi PLN Mobile
    Download dan instal aplikasi PLN Mobile dari Google Play Store atau App Store. Setelah itu, lakukan pendaftaran akun jika belum memiliki.

  2. Login ke akun PLN Mobile
    Masukkan email dan password yang sudah didaftarkan.

  3. Pilih menu "Token & Pembayaran"
    Setelah masuk, di menu utama pilih opsi "Token dan Pembayaran".

  4. Masukkan Nomor ID Pelanggan
    Ketik nomor ID pelanggan atau nomor meteran listrik Anda yang tercantum di tagihan.

  5. Pilih tagihan yang akan dibayar
    Aplikasi akan menampilkan daftar tagihan yang aktif. Pilih tagihan yang ingin dibayarkan.

  6. Klik "Lanjutkan Pembayaran"
    Periksa detail tagihan, lalu tekan tombol "Lanjutkan Pembayaran".

  7. Pilih metode pembayaran
    PLN Mobile menyediakan berbagai metode pembayaran, seperti virtual account, kartu debit, dompet digital, hingga kartu kredit. Pilih sesuai preferensi.

  8. Selesaikan pembayaran
    Tekan tombol "Bayar" dan ikuti instruksi sesuai metode pembayaran yang dipilih.

  9. Transaksi berhasil
    Setelah pembayaran selesai, transaksi akan terecord dan Anda bisa melihat riwayat pembayaran di menu "Riwayat".

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membayar tagihan listrik dengan mudah dan praktis kapan saja dan di mana saja tanpa harus keluar rumah.

Pastikan selalu menggunakan aplikasi resmi PLN Mobile untuk keamanan dan kemudahan transaksi.

Tips Penggunaan Listrik Agar Tidak Boros Bagi Rumah Tangga

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar penggunaan listrik lebih efisien dan hemat:

  • Gunakan lampu LED
    Lampu LED jauh lebih hemat energi dibanding lampu pijar atau fluoresen, bisa menghemat hingga 50-90 persen listrik dan memiliki umur pakai lebih lama.

  • Nyalakan listrik hanya saat diperlukan
    Matikan peralatan elektronik seperti TV, komputer, AC, dan lampu ketika tidak digunakan, jangan biarkan menyala terus-menerus.

  • Cabut colokan listrik perangkat yang tidak dipakai
    Charger, TV, dan alat elektronik lain yang tetap tercolok ke stop kontak masih menyerap listrik, cabut agar tidak boros.

  • Sesuaikan penggunaan daya listrik dengan kebutuhan
    Pilih daya listrik sesuai kebutuhan rumah tangga, jangan terlalu besar agar tagihan listrik tidak membengkak.

  • Manfaatkan cahaya dan ventilasi alami
    Gunakan cahaya matahari dan bukalah jendela serta tirai saat siang hari untuk mengurangi penggunaan lampu dan pendingin ruangan.

  • Gunakan elektronik hemat energi
    Pilih alat elektronik yang berlabel hemat energi atau teknologi inverter untuk AC, kulkas, dan mesin cuci agar konsumsi listrik lebih efisien.

  • Hindari penggunaan listrik bersamaan dalam jumlah besar
    Misalnya, jangan nyalakan hair dryer dan AC secara bersamaan, atur agar penggunaan listrik tidak membebani sekaligus.

  • Periksa dan perbaiki kebocoran listrik
    Pastikan instalasi listrik rumah sehat dan tidak ada kabel atau perangkat yang bocor mengakibatkan pemborosan listrik.

Dengan menerapkan tips-tips ini, penggunaan listrik di rumah dapat lebih efisien, mengurangi pemborosan, dan tentunya menghemat biaya tagihan listrik bulanan.

0 Response to "Tarif Listrik PLN Mulai 1 Januari 2026, Ini Rincian Lengkapnya"

Posting Komentar