Film Sebelum Dijemput Nenekmenyajikan kisah keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Film yang hangat dengan konflik kecil namun tetap menyampaikan pesan yang tersirat.
Di balik alur komedi horor, film yang diproduksi oleh RAPI Films ini sebenarnya berfokus pada hubungan sederhana antara kakek dan cucunya mengenai harapan, dorongan menuju kesuksesan, serta jarak emosional yang berkembang secara perlahan tanpa disadari.
Tokoh kakek dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang penuh kasih dan memiliki niat tulus. Sejak lama, ia berharap melihat cucunya sukses dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Namun, keinginan tersebut disampaikan secara terus-menerus, hingga tanpa menyadari bahwa hal itu berubah menjadi beban bagi cucunya.
Bukan kemarahan atau pertengkaran besar yang muncul, melainkan rasa lelah dan tekanan yang menumpuk secara diam-diam. Rasa tertekan dan kemarahan ini yang membuat film ini terasa begitu nyata.
Menariknya, perselisihan keluarga ini tidak ditampilkan secara berlebihan atau dramatis. Cerita berkembang melalui momen-momen kecil yang sering dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Pembicaraan yang singkat, kebiasaan yang sering terulang, hingga perilaku yang dianggap biasa justru menjadi penyebab terjadinya ketegangan antara kakek dan cucu.
Lalu, bagaimana kekerasan yang dilakukan nenek terhadap kedua cucunya? Mengingat Mama dan Papa penasaran,Erfa Newstelah merangkum review film Sebelum Dijemput Nenek.
Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek
Sebelum Dijemput Nenekmenceritakan dua saudara kembar, Hestu dan Akbar, yang memiliki hubungan dan sifat yang berlawanan. Film ini mengangkat kisah ketakutan mistis yang dialami sebuah keluarga setelah kedatangan seorang nenek.
Hestu dikenal sebagai orang yang diam dan menyimpan banyak tekanan, sedangkan Akbar berkembang menjadi sosok yang polos dan lebih dekat dengan kakeknya.
Sudah lama, kakek memiliki satu harapan besar yaitu melihat cucunya berhasil. Dorongan tersebut terus diberikan dengan cara masing-masing dengan penuh perhatian, namun tanpa disadari terasa memaksa.
Bagi sang cucu, harapan yang terus dipaksakan justru berubah menjadi beban, menyebabkan jarak emosional dalam hubungan keluarga mereka.
Kehangatan pertemuan itu berubah menjadi mimpi buruk selama tujuh hari karena kakek ternyata membawa pesan dari "dunia lain".
Di balik unsur mengerikannya, film ini menonjolkan perselisihan dan dinamika hubungan keluarga yang disajikan dengan komedi yang segar.
Kondisi semakin memperburuk ketika rangkaian peristiwa aneh dan menakutkan mulai muncul. Bentuk kakek yang biasanya melambangkan kehangatan dalam keluarga kini muncul dengan nuansa horor yang tidak terduga.
Banyak aksi-aksi mengerikan muncul, diiringi dengan humor yang lahir dari konflik antar karakter dan dinamika keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Movie Title | Sebelum Dijemput Nenek |
|---|---|
Rating | 4 |
Country | Indonesia |
Director | Fajar Martha Santosa |
Producer | Sunil G. Samtani, Gope T. Samtani, dan Priya NK |
Writer | Fajar Martha Santosa dan Sandi Paputungan |
Age Rating | 13+ |
Genre | Horor-Komedi |
Duration (minute) | 103 |
Movie/Film Release Date | 22 Januari 2026 |
Movie/Film Release Year | 2026 |
Theme | Horor, Komedi, Drama Keluarga |
Production House | RAPI Films |
Where to Watch | Bioskop |
Cast | Angga Yunanda, Nopek Novian, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, Sri Isworowari, Eri Pras, Tante Ernie |
Trailer Release Date | 19 Desember 2025 |
Trailer
1. Pasangan maut Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto: perubahan menjadi saudara kembar yang berbeda secara kontras
Cerita film ini dimulai dengan perkenalan dua saudara kembar yang memiliki sifat sangat berbeda, dibintangi oleh Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto.
Meski penampilan dan sifat mereka sangat berbeda (Angga yang tenang dan Dodit yang lucu), mereka terpaksa tinggal di satu atap ketika suatu kejadian aneh mulai terjadi di rumah tersebut.
Angga yang berusaha rasional selalu terlibat dalam perdebatan dengan Dodit yang memiliki respons tidak masuk akal setiap kali ada penampakan.
Perbedaan "kembar kontras" ini menjadi awal kita memasuki rahasia, di mana mereka dipaksa bersatu meskipun sering tidak sejalan.
Kehadiran interaksi mereka yang alami namun penuh dengan perdebatan kecil seperti saudara pasti akan membuat penonton merasa terhibur sekaligus penasaran.
Mereka berdua sukses membangun chemistryyang membuat kita percaya bahwa mereka benar-benar saudara kandung yang saling memperhatikan. Ketegangan di awal film terasa lebih ringan karena tingkah laku Dodit yang tepat dalam menyeimbangkan suasana.
2. Mitos angka Suci 666 versi lokal: ketakutan Hari Sabtu Wage yang mengambil nyawa
Konflik dalam film semakin memuncak ketika sosok nenek yang misterius mulai menunjukkan tanda-tanda yang menakutkan. Ternyata, keluarga ini sedang menjadi sasaran dari sebuah kutukan lama yang berkaitan dengan angka suci 666.
Plot film berubah menjadi lomba melawan waktu karena teror dari kakek memiliki jadwal yang sangat pasti: nyawa mereka akan diambil tepat pada hari Sabtu Wage, bulan ke-6, tanggal 6, pukul 6 sore.
Rumah yang sebelumnya damai tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan karena setiap detik yang berlalu di jam dinding terdengar seperti langkah kaki nenek yang semakin mendekat untuk mengambil nyawa mereka.
Mitologi lokal yang dikombinasikan dengan angka universal berhasil membuat jantung penonton berdebar kencang. Setiap adegan terasa penuh tekanan, membuat kita ikut merasakan kecemasan para tokoh yang dikejar waktu.
Ketakutan dalam film ini tidak hanya terbatas pada adegan mengejutkan, tetapi lebih pada rasa takut yang mendalam akibat adanya perhitungan yang jelas.
3. Keseluruhan keterlibatan komika di layar lebar, mulai dari penelitian dukun Nopek Novian hingga tantangan bahasa Oki Rengga
Di tengah rasa putus asa menghadapi kutukan itu, muncul tokoh-tokoh khusus yang berusaha membantu. Salah satunya adalah Ki Mangun (Nopek Novian), seorang dukun yang unik dan dihadirkan untuk memutus kutukan dari nenek tersebut.
Nopek tampil sangat penuh komitmen; penampilannya sebagai dukun benar-benar terasa mistis namun tetap membuat kita tertawa. Tidak ketinggalan, ada juga tokoh yang dimainkan oleh Oki Rengga yang ikut terlibat dalam kekacauan ini.
Yang membuat kagum, Oki yang biasanya menggunakan logat Medan yang kental, di sini harus berusaha keras menggunakan bahasa Jawa agar bisa sesuai dengan suasana mistis Sabtu Wage.
Kehadiran para pelawak ini memperkaya alur cerita dan membuatnya tidak membosankan. Mereka menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan kualitas peran yang serius di luar panggung.stand-up.
Keseluruhan penampilan Nopek dan Oki menjadi bahan tambahan yang memperkaya film horor-komedi ini, menjadikannya paket lengkap yang sangat menyenangkan untuk ditonton.
Nah, itulah review film Sebelum Dijemput Nenekjadi tontonan yang harus masuk kewatchlistkamu di awal tahun ini.
Kombinasi antara ketakutan yang menegangkan dengan komedi segar dari pasangan Angga dan Dodit terdengar akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda dibanding biasanya.
Terlebih dengan adanya mitos lokal yang kental, film ini tidak hanya sekadar menakut-nakuti, tetapi juga membuat kita terus memikirkan setiap aspek dari ceritanya.
Mungkinkah keduanya bisa selamat dari panggilan nenek sebelum waktu yang penting itu tiba?
Lebih baik kamu mempersiapkan pikiran dan ajak teman atau keluarga untuk menonton bersama agar ketakutan tidak dirasakan sendirian.
Jangan sampai melewatkan kesempatan, pastikan kamu hadir menyaksikan teror dan kekocakannya langsung di bioskop favoritmu mulai tanggal 22 Januari 2026. Selamat menonton!
Ulasan Film Suka Duka Tawa, Komedi Keluarga yang Menggali Luka Lama Ulasan Film Avatar: Api dan Abu, Menarik Secara Visual dan Menggugah Perasaan Ulasan Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Tampil Sepenuh Hati Ulasan Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Menunjukkan Komitmen Penuh Kritik Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Berakting Dengan Total Tinjauan Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Tampil Sangat Mengesankan Resensi Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Menampilkan Kemampuan Terbaiknya Penilaian Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Tampil Dengan Sepenuh Hati Analisis Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Menunjukkan Dedikasi Tinggi Ulasan Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Berusaha Maksimal Pandangan Tentang Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Tampil Dengan Serius Evaluasi Film Mertua Ngeri Kali, Bunda Corla Menunjukkan Kepiawaiannya










0 Response to "Ulasan Film Sebelum Dijemput Nenek: Membongkar Mitos Angka 666"
Posting Komentar